Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Keutamaan Shalat Dhuha dan Tata Caranya Lengkap"...dirikanlah salat, sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain)." — Al-'Ankabut 29:45

Keutamaan Shalat Dhuha dan Tata Caranya Lengkap

Keutamaan Shalat Dhuha dan Tata Caranya Keutamaan Shalat Dhuha Keutamaan shalat Dhuha adalah seperti yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahm

Keutamaan Shalat Rawatib dan Tata Caranya Lengkap
Keutamaan Shalat Hajat dan Tata Caranya Lengkap
Keutamaan Shalat Istiharah dan Tata Caranya Lengkap

Keutamaan Shalat Dhuha dan Tata Caranya

Keutamaan Shalat Dhuha

Keutamaan shalat Dhuha adalah seperti yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi.

Sebab setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua raka’at shalat Dhuha.”

Waktu Pelaksanaan Shalat Dhuha

Waktu shalat Dhuha dimulai dari matahari yang mulai terangkat naik kira-kira sepenggalah dan berakhir hingga sedikit menjelang masuknya waktu zhuhur meskipun disunnahkan agar dilakukan ketika matahari agak tinggi dan panas agak terik.

Raka’at shalat Dhuha

Shalat ini dilakukan Rasulullah SAW minimal dua raka’at, dan maksimal dua belas raka’at dengan salam setiap dua raka’atnya satu salam.

Tata Cara shalat Dhuha

Berikut ini tata cara melakukan Sholat Dhuha:

1. Berniat untuk melaksanakan shalat sunnah Dhuha

Lafaz:

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحٰي رَ كْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَا لَى.اَ للهُ اَكْبَرُ

Ushalli Sunnatadh-Dhuhaa rak’ataini lilaahi ta’Aala, Allahu Akbar

Artinya:

“Aku berniat shalat Sunnah Dhuha dua raka’at karena Allah Ta’alaa”

2. Raka’at pertama, Membaca surah Al-Fatihah dan Membaca surah Asy-Syams (QS:91) [membaca Surah Al-Kafirun (Qulya) (QS:109) jika tidak hafal surah Asy-Syamsu].

3. Raka’at kedua, Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada raka’at kedua, atau cukup dengan [membaca Al-ikhlas (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha].

Catatan:
Rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud dan salam dilakukan sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.

4. Setelah shalat Dhuha bacalah do’a. Pada dasarnya doa setelah shalat Dhuha dapat menggunakan doa apapun. Doa yang biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW selepas shalat Dhuha adalah:

Lafaz:

اَللّٰهُمّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَآءُكَ وَالْبَهَاءَبَهَاءُكَ

Allahumma innad dhuhaa-a dhuha-uka, wal bahaa-a baha-uka

وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ

wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka

وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقيِ فِي السَّمَآءِفَأَنْزِلْهُ

Allahumma in kaana rizqii fis samaa-i fa-anzilhu

وَاِنْ كاَنَ فِي الْاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ

wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu

وَاِنْ كاَنَ مُعْسِرًافَيَسِّرْهُ

wa in kana mu’siron fa yassirhu

وَاِنْ كاَنَ حَرَا مًا فَطَهِّرهُ

wa in kaana harooman fathohhirhu

وَاِنْ كاَنَ بَعِيْدًافَقَرِّبْهُ

wa in kaana ba’iidan faqorribhu

بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَا لِكَ وَقُوَّتِكَ

bihaqqi dhuhaa-ika, wa bahaa-ika, wa jamaalika, wa quwwatika

وَقُدْرَتِكَ آ تِنِيْ مَآاٰتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

wa qudrotika, aatinii maa atayta ‘ibaadakash shoolihiin

Baca Juga: Keutamaan Shalat Hajat dan Tata Caranya Lengkap

Artinya:

“Ya Allah, bahwasannya waktu Dhuha itu adalah waktu-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindunganMU.

Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah.

Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh”.

Itulah tata cara tentang keutamaan shalat dhuha semoga membantu dan bermanfaat buat kalian yang mencari tentang artikel ini, jangan lupa share dan komentar mengenai artikel keutamaan shalat dhuha. Terimah kasih.

Loading...

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0